Defenisi Mengindeks

Mengindeks adalah menentukan uraian unit-unit atau bagian-bagian dari kata tangkap yang akan disusun menurut abjad. Kata tangkap dapat berupa nama orang, nama badan, nama tempat, istilah subjek, atau angka, tergantung pada sistem penyimpanan yang digunakan.

Kata tangkap merupakan tanda pengenal dari sesuatu warkat yang disimpan , karena itu kata tangkap (catchword/caption) yang dipilih tergantung kepada sistem yang dipergunakan, sebelum disusun menurut abjad, nama-nama diindeks terlebih dahulu, sebab nama banyak macam ragamnya.

Peraturan Mengindeks

Peraturan mengindeks adalah menentukan kata tangkap sebagai dasar penyimpanan. Peraturan ini sangat berguna untuk penggunaan sistem yang memerlukan susunan alphabetis seperti; Sistem Alphabetis, Sistem geografis, Sistem Subyek.

Karena peraturan mengindeks berasal dari Negara barat, maka perlu adanya penyesuaian dengan keadaan di Indonesia.

Mengindeks Nama Orang

Nama Tunggal:

Nama tunggal adalah nama yang terdiri dari satu kata, diindeks sebagaimana nama itu sendiri. Contoh :

Indeks Nama Tunggal

Nama Orang Lengkap (2 Kata)

Jika 2 kata, maka kata yang dipakai indeks adalah nama belakang kemudian nama depan . Contoh :

Indeks Nama Lengkap 2 kata

Nama Orang Lengkap (3 Kata)

Nama lengkap terdiri lebih dari 2 kata, diindeks menjadi urutan sebagai berikut, yaitu nama belakang, nama depan, dan nama tengah. Contoh :

Indeks Nama Lengkap 3 kata

Nama Cina dan Korea

Nama Cina dan Korea urutannya tetap, karena nama keluarga mereka terletak di depan. Contoh :

Indeks Nama Cina dan Korea

Awalan Nama-Keluarga

Awalan nama-keluarga dalam indeks tidak terpisah dari nama-keluarganya, sebagai unit pertama. Awalan tersebut adalah d’, De, de, Da, Del, Mc, Mac, dan lain-lain. Awalan M, Mc diindeks sebagai Mac, dan St. diindeks menjadi Saint. Contoh :

Indeks Awalan Nama Keluarga

Gelar dan Pangkat

Gelar dan pangkat dokelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu kesarjanaan, kebangsawanan, keagamaan, dan kepangkatan. Di dalam indeks, gelar dan pangkat adalah bukan unit dan dituliskan dalam tanda kurung di belakang unit terakhir.

Kalau namanya adalah nama lengkap maka dalam indeks nama tersebut dibalik, sedangkan nama tunggal adalah tetap. Istilah senioritas seperti Jr., Sr., I, II, III, dan lain-lain adalah unit dan dalam indeks ditempatkan dalam tanda kurung sebagai unit terakhir. Contoh :

Indeks Gelar dan Pangkat

Nama dengan Tanda Hubung

Kata-kata atau nama-nama yang disatukan dengan tanda hubung dianggap sebagai satu unit, dan indeksnya menjadi satu unit. Untuk nama orang lengkap yang mengandung tanda hubung diindeks yaitu dibalik. Contoh :

Indeks Nama dengan Tanda Hubung

Nama Indonesia dengan Urutan Kelahiran

Nama Indonesia dengan urutan kelahiran (orang bali) diindeks lebih dulu nama diri, kemudian urutan kelahiran dan gelar kalau ada. Contoh:

Indeks Nama Indonesia dengan Urutan Kelahiran

Singkatan Nama

Nama yang menggunakan singkatan, baik di depan maupun di belakang dan tidak diketahui kepanjangannya, diindeks lebih dulu nama jelasnya. Tetapi jika diketahui kepanjangannya, diindeks lebih dulu kepanjangannya. Contoh:

Indeks Nama Singkatan

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.